Review Smartphone Xiaomi

Xiaomi merupakan salah satu perusahaan elektronik yang baru meranah pasar gadget 6 tahun terakhir ini. Menurut harga handphone, Xiaomi didirikan oleh pengusaha kaya berasal dari China dan merupakan mantan dari CEO Kingsoft yaitu Lei Jun. Ia mendirikan Xiaomi pada 6 Juni 2010 yang menghadirkan smartphone dengan operasi sistem Android.

Review Smartphone Xiaomi

Berbeda dengan perusahaan pada umumnya, Xiaomi mampu bersaing langsung di ranah pasar gadget internasional dengan meluncurkan smartphone berbasis Android. Bahkan perjalanan karir dari Xiaomi pun tidak bisa dianggap sepele karena keberhasilannya dalam menawarkan perangkat berkualitas dan mampu memikat peminat yang cukup banyak. Pada tahun 2010, Lei Jun mengenalkan firmware berbasis Android yang bernama MIUI. Untuk pertama kalinya, Xiaomi menciptakan firmware smartphone yang memiliki kualitas yang hampir sama dengan TouchWiz pada Samsung dan iOS dari Apple. Menariknya MIUI hanya bisa digunakan hanya untuk ponsel dari garapan Lei Jun saja. Sehingga firmware ini tidak bisa diadopsi ke smartphone lainnya. maka dari itu, ponsel dari China bukanlah sekedar perangkat Android biasa.

Menurut harga smartphone Xiaomi, sejak awal dikenalkannya smartphone dengan firmware MIUI berbasis Android tersebut sudah memberikan daya tarik bagi pecinta smartphone. Pasalnya fitur yang disematkan pada smartphone tersebut tidak kalah berkualitas dengan smartphone berperangkat mid-range atau premium. Dibuktikannya, dengan kehadiran smartphone bernama MI 1 pada tahun 2011 yang kemudian disusul dengan firmware MI 2. Menariknya, MI 2 sudah mengusung operasi sistem terkini dan dilengkapi dengan platform yang sangat mumpuni untuk kinerja operasional smartphone pada saat itu. Diantaranya dengan spesifikasi dari ruang pacu mulai dengan chipset Snapdragon S4 Pro APQ8064 berkecepatan 1.5 GHz. Hingga tahun 2013, smartphone M2 tersebut sudah terjual mencapai 10 juta dalam waktu 11 bulan.

Review Smartphone Xiaomi Terbaru

Dengan fiturnya yang canggih dan sangat mumpuni untuk melengkapi kebutuhan pasar pada saat itu, vendor ponsel nirkabel ternama asal Amerika serikat tertarik untuk menggunakan Mi2. Pada akhirnya, Lei Jun melepas MI 2 kepada vendor ponsel nirkabel bernama MobilCity oleh Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Britania Raya dan negara-negara di Eropa.

Setelah berhentinya produksi dan pengalihan pemilikan dari MI 2, akhirnya Xiaomi mengeluarkan smartphone dengan versi terbaru pada tahun 2013 bernama MI 3. Smartphone tersebut menggunakan chipset Snapdragon 800 yang pastinya akan membuat kinerja operasional smartphone tersebut lebih responsif. Menariknya, setelah diluncurkannya smartphone terbaru dari Xiaomi tersebut membuat banyak peminat dari Tiongkok untuk menggunakannya. Bahkan smartphone tersebut masuk peringkat kelima di Tiongkok berdasarkan banyaknya pengguna MI 3 tersebut.

Dengan suksesnya mengeluarkan seri terbaru yaitu MI 3, Xiaomi meraup keuntungan yang menjanjikan. Pasalnya, smartphone MI 3 tersebut berhasil terjual hingga 18,7 juta smartphone. Bahkan penjualan tersebut juga naik secara signifikan, pada tahun 2014 Xiaomi juga berhasil menjual MI 3 hingga 26,1 smartphone. Perlu diingat bahwa mulai dari hadirnya ponsel pintar dengan firmware MI 1 hingga MI 3, hanya bisa dipasarkan di Tiongkok dan sekitarnya saja. Hal ini menunjukkan kesuksesan pasar Xiaomi dalam ranah gadget.

Akhirnya pada tahun 2014, Xiaomi memberanikan diri untuk mengembangkan pasarnya lebih luas. Awal debut penjualan Xiaomi diawali di Singapura. Dan menariknya, penjualan Xiaomi MI 3 tersebut disambut baik oleh masyarakat Singapura pasalnya persediaan yang dikhususkan untuk penjualan di Singapura laku habis.  Pada akhirnya, Xiaomi mulai memasarkan ke negara-negara lainnya seperti Malaysia, Filiphina, dan India. Dan negara selanjutnya adalah Indonesia yang mana memiliki penduduk yang sangat banyak dan memiliki peminat terhadap smartphone terbanyak. Negara lain pun turut masuk ke dalam list penjualan Xiaomi diantaranya Thailand, Rusia, Turki, Brasil dan Meksiko.

Dan akhirnya, Xiaomi mengembangkan smartphone dengan layar yang lebih lebar (phablet) bernama Xiaomi Redmi Note. Ternyata, minat pecinta smartphone juga banyak tertarik dengan adanya smartphone dengan layar yang lebih besar. Bahkan, pada tahun 2014, Xiaomi sudah mengirim 15 juta perangkat atau 14% pangsa pasar Tiongkok dan ini kali pertama terdapat smartphone yang mampu mengalahkan Samsung yang hanya memasok 13 juta perangkat saja.

Tidak hanya dinegara asalnya saja yang meminati Xiaomi, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki peminat Xiaomi yang cukup banyak. Lei Jun bahkan menganggap bahwa pasar di Indonesia sangatlah potensial. Hal ini dibuktikan dengan didirikannya tiga Mi Store dan direncanakan akan membangun sekitar 15 toko baru pada tahun 2017.

Xiaomi menjadi salah satu smartphone yang tidak kalah berkualitas dan bersaing di pasar internasional yang sangat ketat. Sebab, smartphone asal Tiongkok tersebut juga telah mampu menduduki peringkat kelima produsen terbesar menurut daya IDC tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2016, Xiaomi berada di peringkat ke-36 di jajaran perusahaan paling inovatif sedunia berdasarkan tanggapan dari The Boston Consulting Group.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!